sekedar Corat-Coret,copy paste dari sekitar, semoga dengan dikumpulkan dalam satu ruang begini menjadi lebih bermanfaat
Sabtu, 10 Mei 2014
Ternyata...
Sharing is caring,
Seperti halnya orang yang berpikir bahwa pekerjaan=PNS, saya prihatin dg asumsi bahwa ikhtiar lepas dari hutang riba=cari pinjaman non riba.
Bagi yg sedang terdesak harus bayar hutang riba tolong tanyakan pada diri sendiri: dari sekian orang yg anda datangi/minta diberi pinjaman tanpa hutang, berapa yang merespon/ngasi pinjam??Lebih banyak yang nolak atau yang ngasih?? Saya kok yakin kalo banyak yang nolak. Apakah mereka pelit? Belum tentu!
Seperti halnya orang yang berpikir bahwa pekerjaan=PNS, saya prihatin dg asumsi bahwa ikhtiar lepas dari hutang riba=cari pinjaman non riba.
Bagi yg sedang terdesak harus bayar hutang riba tolong tanyakan pada diri sendiri: dari sekian orang yg anda datangi/minta diberi pinjaman tanpa hutang, berapa yang merespon/ngasi pinjam??Lebih banyak yang nolak atau yang ngasih?? Saya kok yakin kalo banyak yang nolak. Apakah mereka pelit? Belum tentu!
Jumat, 09 Mei 2014
14 ABAD YANG LALU DIA PERNAH MERINDUKANMU
Tepat sembilan hari menjelang wafatnya Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam- turunlah firman Allah yang berbunyi:
(وَاتّقُواْ يَوْماً تُرْجَعُونَ فِيهِ إِلَى اللّهِ ثُمّ تُوَفّىَ كُلّ نَفْسٍ مّا كَسَبَتْ وَهُمْ لاَ يُظْلَمُونَ)
Artinya:
“ Dan peliharalah diri kalian dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kalian semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian masing-masing diri diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya, sedang mereka sedikit pun tidak didzalimi.” (Al Baqarah : 281)
BUKTIKAN BILA KITA BENAR-BENAR TAKUT
Al Hafidz Ibnu Rajab -rahimahulla - mengatakan:
Orang takut itu bukan orang yang menangis sambil mengusap air mata dari kedua matanya (saat terjatuh dalam jerat dosa)
Namun orang yang benar-benar takut adalah mereka yang meninggalkan apa yang diinginkan hawa nafsunya dari perkara-perkara yang diharamkan disaat dia mampu melakukannya.
[Rasaail Ibnu Rajab: 1/163 ]
Copas dari update status aboe hoemaidah agussan
Orang takut itu bukan orang yang menangis sambil mengusap air mata dari kedua matanya (saat terjatuh dalam jerat dosa)
Namun orang yang benar-benar takut adalah mereka yang meninggalkan apa yang diinginkan hawa nafsunya dari perkara-perkara yang diharamkan disaat dia mampu melakukannya.
[Rasaail Ibnu Rajab: 1/163 ]
Copas dari update status aboe hoemaidah agussan
PRAKTEK KEAGAMAAN DI SAUDI ARABIA DAN FAKTA YANG DIRASAKAN MASYARAKAT DI SANA
Oleh Ustadz Abdullah Roy M.A hafidzahullah
Masyarakat dunia bisa dipastikan mengetahui adanya Negara Saudi Arabia yang terletak di kawasan yang dikenal dengan Timur Tengah, dan mengenalnya sebagai satu-satunya negara yang menerapkan dan menetapkan Islam sebagai agama resmi negara. Tetapi sejauh mana pengetahuan masyarakat dunia selama ini terutama lantaran penerapan Islam? Berikut adalah catatan singkat yang dirasakan dan dilihat secara langsung, yang tentu tak terlepas dengan praktek keagamaan di Saudi Arabia. Dan ini merupakan sebagian kecil dari praktek tersebut. Semoga Allah Ta’ala memudahkan kita untuk mengambil pelajaran yang baik dari yang kita lihat di Negara Saudi Arabia ini.
Sabtu, 26 April 2014
"Kisah Istri Sholehah…" (Berhak Untuk Dibaca…!!)
Seorang istri menceritakan kisah suaminya pada tahun 1415 H, ia berkata :
Suamiku adalah seorang pemuda yang gagah, semangat, rajin, tampan, berakhlak mulia, taat beragama, dan berbakti kepada kedua orang tuanya. Ia menikahiku pada tahun 1390 H. Aku tinggal bersamanya (di kota Riyadh) di rumah ayahnya sebagaimana tradisi keluarga-keluarga Arab Saudi. Aku takjub dan kagum dengan baktinya kepada kedua orang tuanya. Aku bersyukur dan memuji Allah yang telah menganugerahkan kepadaku suamiku ini. Kamipun dikaruniai seorang putri setelah setahun pernikahan kami.
Suamiku adalah seorang pemuda yang gagah, semangat, rajin, tampan, berakhlak mulia, taat beragama, dan berbakti kepada kedua orang tuanya. Ia menikahiku pada tahun 1390 H. Aku tinggal bersamanya (di kota Riyadh) di rumah ayahnya sebagaimana tradisi keluarga-keluarga Arab Saudi. Aku takjub dan kagum dengan baktinya kepada kedua orang tuanya. Aku bersyukur dan memuji Allah yang telah menganugerahkan kepadaku suamiku ini. Kamipun dikaruniai seorang putri setelah setahun pernikahan kami.
Langganan:
Postingan (Atom)

